Uncategorized

Kupas Tuntas Cara Bertahan Pada Formasi 433

Faktor yang lain yang juga sangat penting adalah area untuk mengontrol penguasaan bola juga maka akan menjadi lebih luas. Semakin luas area dimana bola bisa bergerak, semakin sulit juga usaha lawan untuk melakukan pressing. Posisi yang sangat rawan, memaksa tiga gelandang ini tidak boleh dibebani tugas yang terlampau rumit. Tapi untungnya design skema develop ini sungguh-sungguh membantu tugas sulit mereka.

Jika winger punya kecepatan yang bagus, sebagaiselaku, ala, menurut, psikologis juga akan mengganggu disiplin bek lawan untuk menjaga offside trap mereka. Backline lawan dipaksa diharuskan membagi konsentrasi antara menjaga garis offside agar masih rapi, sekaligus tidak ketinggalan jika ternyata sang winger lolos. Jebakan offside yg dieksekusi dengan ragu-ragu akan mudah sekali turun.

Kondisi ini bisa berlangsung dengan syarat jika dua winger tetap bisa memaksa dua fullback lawan dalam menjaganya ikut jauh melebar. Lawan akan berpikir 2 kali sebelum berani mengambil resiko dengan satu bek tengahnya keluar posisi mengawal striker yang turun. Menyisakan satu bek yang menutup jarak dua fullback dalam berjauhan tentu sangat tidak ideal, apalagi dengan hadirnya dua winger yang tentu meneror di garis offside.

Pemain di barisan hadapan yang sebenarnya bisa turun tanpa membonceng serta pemain lawan untuk mengikutinya, malahan adalah penyerang tengah. Sesuatu ini sama dengan prinsip false 9, yang coba mengambil keuntungan dari bek tengah lawan yang gak akan berani berpindah gaya terlalu jauh, karena jadi menimbulkan masalah kompaksi dalam backline.

Kalau skema empat bek harus memindah posisi gelandang untuk mendapatkan bentuk ini, bukan demikian dengan skema tiga bek. Bentuk ini sudah didapatkan dari bentuk dasar posisi tiga beknya sendiri, tanpa harus dengan menggeser posisi ataupun menambahkan hobi kepada gelandang bertahan. Bek akan membantu pemain dalam dalam fase ball ownership, yang otomatis akan memperbanyak jumlah pemain yang terlibat dalam sirkulasi bola jadi lebih banyak.

Dengan delapan pemain dalam sisi luar, kita sanggup memastikan setiap sudut ninety derajat, para pemain di tengah bisa melihat 3 rekannya yang berada di area luar. Karena region tengah nanti akan condong penuh, berbelok 90 derajat dengan bola seharusnya sudah paling maksimal yang bisa dikategorikan aman. Seperti apa yang bisa kita lihat dari praktik yang diterapkan oleh Timnas U19 ketika masih dipegang Indra Sjafri dulu. Dalam fase create up ini, tiga pemain tengah terlibat sangat hidup dalam mengalirkan bola. Tentu kita masih ingat trik Evan Dimas, Hargianto dan Zulfiandi saling terhubung melalui umpan untuk bisa keluar dari tekanan lawan di semua fase, termasuk juga fase build up di sini..